Aku lahir sebagai anak ke-5. Keempat kakakku adalah wanita, jadi sifatku cenderung seperti mereka. Aku cowok yang lembut.
Waktu kecil banyak aku habiskan bermain di rumah, bersama kakak perempuanku dan ibuku. Aku juga jarang main sama ayah, karena ayah berangkat pagi sekitar jam 7 dan pulang sore sekitar jam 17.00. Beginilah, sifatku jadi agak, rada, dan memang feminim. Aku kira penyebabnya karena aku sering bergaul dengan wanita.
Masa sekolah, aku benci dengan anak cowok. Aku menilai anak cowok identik dengan nakal dan hanya mengandalkan kekuatan. Sementara anak cewek pinter-pinter dan baik padaku, otomatis aku sering main dengan anak cewek. Kira-kira berlangsung selama 7 tahun. Wow, cukup lama juga! Duh sifat wanita benar-benar melekat padaku. Tak jarang sih ada orang yang ngatain gara-gara sifatku yang aneh. Sebenarnya itu takdir atau gimana? Apakah hormon cewekku lebih banyak? Atau.. Argh, tau deh!
***
Di kelas 8 B ini... Aku menemukan semuanya. Aku merasakan enak dan bersyukur dijadikan cowok. Penilaianku bertahun-tahun terakhir mengenai cowok salah. SALAH BESAR! Anak cowok gak seburuk apa yang aku pikir sebelumnya. Aku menemukan anak cowok yang benar-benar sesuai denganku. Mereka baik, pinter. Mereka perfect bagiku. Ya Allah, terima kasih Engkau telah memperlihatkan padaku kebahagiaan. Aku benar-benar senang dijadikan cowok.
Ternyata main game, sepakbola, layang-layang itu menyenangkan, kalau benar-benar soul. Sayangnya aku tidak suka. Kalau aku 100% cowok dari dulu, mungkin kulitku sudah hitam legam sering main. Mungkin juga aku bakal bodoh gak bisa ngatur waktu buat belajar kebanyakan main game. Ternyata sifatku yang feminim ada hikmahnya juga.
Mulai sekarang, aku ingin menjalani hidup sesuai kodratku, sebagai PRIA. Aku ingin jadi pria sejati (mungkin kalian ingin muntah membacanya). Nanti aku bakal jadi seorang ayah, gak kebayang. Aku sudah bosan bermain dengan cewek, cewek tuh kadang lebay (aku jadi ketularan). Cewek tuh suka ngomongin orang. Aku gak suka itu.
Sedikit demi sedikit, aku akan mengubah sifatku. Membuang jauh-jauh sifat perempuan yang tidak berguna untukku dan menyimpan sifat wanita yang bermanfaat untukku. Aku mulai memahami bagaimana cowok.
Buat teman-teman cowokku di kelas 8B, aku sangat berterimakasih kepada kalian. Berkat kalian, mataku bisa melihat kebahagiaan. Kalau aku tidak bisa membalas kebaikan kalian, aku yakin Allah akan membalasnya, bahkan berlipat. Cowok 8B, aku (...) padamu!
Thanks to : Adhimas, Hanin, Medi, Ian, Ilzam, Panggah, Praja, Reza. Juga untuk teman-temanku selama ini yang memberi motivasi.
Aku sangat bersyukur kepada Allah.
Minggu, 14 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar