Jumat, 20 Agustus 2010

1/3 awal bulan Ramadan...

Yang aku rasakan selama bulan Ramadan ini : sibuk. Aku merasa aku sangat sibuk. Ada sahur, sekolah, sholat, tarawih, dll. Aku juga merasa malas belajar, tidak konsen untuk urusan sekolah. Ya Allah, hilangkan rasa malas dari diriku. Amin.

Kamis (19 Agustus) habis sahur aku belajar Fisika, kebetulan hari tersebut ada ulangan. Tiba-tiba Dad bilang “Terlena kwe..” Apa maksudanya? Dad bilang katanya sepedaku nggak ada. Apa?

Bener, sepeda hilang. Aku bingung. Terakhir kali aku memakainya sore itu dan belum kumasukkan rumah. Sampai magrib bahkan sampai subuh tak ada yang peduli. Mbakku yang sudah diberi peringatan malah egois menuruti amarahnya. Hilang magrib karena gerbang rumahku terbuka dan lampu taman depan rumah masih mati. Baru ketahuan kalau sepeda hilang waktu Dad nge-check. Kalo Dad nggak nge-check pasti tidak ada yang tahu.

Whatever aku yang disalahkan karena aku yang kali terakhir memakainya. Dad sempat memarahi aku. Aku hanya bisa diam. Aku ikhlas saja, aku tahu ini musibah (takdir yang buruk) dan aku yakin pasti akan diganti dengan sesuatu yang lebih baik. Ini cobaan, Dad. Cobaan di bulan Ramadan.

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kesalahan. Aku manusia, tempat salah dan lupa. Aku lalai menjaganya hingga sepedanya hilang, Ya Allah ampunilah dosaku.

Ya Allah tabahkanlah hati Dad, Mom, dan anggota keluargaku yang lain jika mereka marah padaku. Redamkan amarah mereka, Ya Allah.

Ya Allah, semoga aku bisa mengganti barang yang sudah hilang gara-gara aku, walau tidak sekarang. Aku yakin suatu saat nanti aku bisa mengganti lebih dari sepeda (juga hape--aku pernah juga ngilangin hape). Amin.
Ini foto sepeda yang hilang :

Ya Allah semoga aku bisa lebih berhati-hati dalam segala tindakan. Amin.
Ya Allah lindungilah aku dan perangkatku dari kejahtan dunia.

0 komentar:

Posting Komentar